Sejarah Kabupaten Bintan

Bumi segantang lada begitulah Bintan dijuluki sebagai penggambaran dari pulau Bintan yang memiliki sebaran pulau pulau kecil yang tersebar di laut China Selatan.Kabupaten Bintan terletak antara °00? Lintang Utara 1°20? Lintang Selatan dan 104°00? Bujur Timur 108°30? Bujur Timur.

Dahulunya Pada kurun waktu 1722-1911 di Kepulauan Riau terdapat dua kerajaan Melayu yang berkuasa dan berdaulat, yaitu Kerajaan Riau Lingga yang pusat kerajaannya berada di Daik dan Kerajaan Melayu Riau dengan pusat pemerintahannya berada di Pulau Bintan. Hal ini membuat Bintan menjadi salah satu pusat kebudayaan melayu.

Kabupaten Bintan sebelumnya bernama Kabupaten Kepulauan Riau. Perubahan nama ini dimaksudkan agar tidak timbul kerancuan antara Provinsi Kepulauan Riau dan Kabupaten Kepulauan Riau dalam hal administrasi dan korespondensi sehingga nama Kabupaten Kepulauan Riau (Kepri) diganti menjadi Kabupaten Bintan. Perubahan nama Kabupaten Kepulauan Riau menjadi Kabupaten Bintan sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2006, tertanggal 23 Februari 2006.


- Bukit Kerang

Lokasi situs bukit kerang ini berada di daerah Kawal Darat, Kecamatan Gunung Kijang, sekitar 500 meter dari pinggiran sungai kawal. Bukit Kerang yang arkeolog sebut sebut Kjökkenmöddinger dalam bahasa Denmark atau diartika sebagai sampah ? sampah dapur rumah.
Pada tahun 2005, sebuah tim pengumpulan dan penulisan cerita rakyat di Kabupaten Bintan berhasil menemukan tiga (3) lokasi situs prasejarah peninggalan pendukung kebudayaan Bacsonian yang muncul pasca kebudayaan Hoabinh yang amat istimewa. Pada ketika itu, tim mengidetifikasinya sebagai sebuah Bukit Kerang atau Kjokkenmoddinger.

Hasil analisa arkeologis dan hasil pengukuran usia (carbon dating atau analisa carbon) terhadap sampel kerang dan sisa-sisa arang yang diambil dari kaki bukit bagian luar situs ini menghasil angka periodesasi 1.680 BP (Befeore Present = sebelum sekarang) atau sekitar 3000 tahun yang lalu apabila dikonversikan dengan zaman sekarang.
Ini lah yang membuat bukit kerang sebagai destinasi wisata purbakala yang terdapat di Bintan.


- Makam Batu

Makam batu atau sering disebut makam bukit batu dipercayai sebagai makam leluhur yang terletak di Bukit Batu Desa Bintan Buyu. Makam ini sering dikunjungi oleh masyarakat, terutama pada tanggal 27 Rajab bersamaan dengan perayaan Isra Mi?raj untuk menggelar acara selamatan.Hal ini telah menjadi tradisi masyarakat di Bukit Batu dan sekaligus sebagai pengikat tali silaturahmi antar masyarakat.Dengan membawa Nasi Pulut Kuning dan Telur yang telah dihias warna warni masyarakat datang berbondong-bondong ke makam tersebut dengan maksud berziarah. Ada juga yang datang ke tempat ini untukmeminta hajat yang dipandu oleh Juri Kunci Makam.

Copyright © 2016 BintanTourism.com. All rights reserved | Design by grahaDesignstudio